Filed under: Inspirasi
<Bacalah powerpoint surat-dr-teman-di-tahun-2070.ppsini sebelum memulai>
Filed under: Inspirasi
“Breng…..Breng…Beng….Beng…..” Inilah sebuah cerita mengenai ’saya’ dan bajaj. Sebagai kendaraan ‘wajib’ masyarakat kota Jakarta, bajaj telah menjadi akomodasi paling wahid mulai dari goyangannya,jedag jedugnya belum lagi salib-saliban dan maju mundur di jalan raya. Wow sungguh kendaraan ini memiliki fungsionalitas yang sungguh beragam melebihi kendaraan mahal yang pernah kita lihat.
’saya’ akhirnya punya kesempatan ketika pertama kali datang merantau ke Jakarta untuk mencoba apa sih bajaj ini….sungguh sebuah pengalaman tak terduga ketika bajaj saya melewati kubangan gede di jalan raya Jakarta yang sudah rusak parah,langsung saat itu ’saya’ merasakan sensasi disko kata orang Jakarta ‘ajep-ajep’.
Seusai refreshing dengan kehebatan bajaj. Nah, mari kita mulai mengkaji dampak polusi yang diaktifkan oleh mesin kendaraan 2 tak antik dari India ini. Hal paling menggelikan adalah ternyata Jakarta masih menggunakan kendaraan yang telah ketinggalan jaman ini sampai hari ini. Pernahkah kita berada di belakang sebuah bajaj? Luar biasa dahsyat, awan putih yang keluar dari knalpot bajaj begitu hebat sampai-sampai walaupun jarak bajaj telah jauh tapi kita masih bisa melihat dan mencium asapnya. Weleh2.
Indonesia,ketika berbicara mengenai pelestarian lingkungan memang luar biasa mau menanam sejuta dua juta pohon namun satu hal kelupaan ,membina polusi di Jakarta aja belum mampu. Saya berpikir dahulu dahulu dan dahulu kala bukankah pemerintah mengadakan konversi bajaj ke bajaj gas trus kenapa sampai hari ini hanya satu atau dua yang terlihat di jalanan? Candaan saya yah mungkin masyarakat tidak begitu berminat terhadap bajaj BBG yang kurang getarannya,kurang goyangannya,kurang asapnya.aje gile.
Berbicara mengenai bajaj dan asap-asapny,kita juga akan membicarakan mengenai polusi oleh kendaraan. Heran sungguh heran populasi kendaraan yang digembar-gemborkan sangat murah oleh perusahaan pembuat mobil ternyata membludak yang pada akhirnya kemacetan dan polusi udara serta suara ada dimana-mana.
Mari mengkaji mengenai bajaj lagi…. Satu bajaj menghasilkan sedikitnya 1 juta ton asap perharinya belum ditambah polusi suara yang melewati batas desibel telinga manusia.Ada berapa bajaj di kota Jakarta?
well,kita tambahkan lagi,bus-bus kota menghasilkan asap hitam mengepul dengan jumlah hampir sama dengan 2 bajaj. kita tambahkan lagi,motor 2 tak juga menyumbangkan hal yang sama karena motor 2 tak mesinnya sama dengan bajaj.Trus tambahkan populasi kendaraan keluarga dan truk-truk yang lewat….Hebat,kita berada dalam kabut polusi yang begitu kental setiap harinya. Tahukah Anda? beberapa orang berkata. Kenapa orang yang hidup di desa umurnya lebih panjang daripada orang yang hidup di kota? Sudahkah terjawab oleh Anda? Asap yang kita hirup bukan lagi udara segar seperti di pegunungan.
Apakah solusi seperti ini,di beberapa negara maju telah menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Tak elak juga di kota Jakarta punya komunitas Bike To Work meskipun masih kecil namun idealismenya cukup hebat untuk dijadikan teladan.
Mencoba bersepeda di tengah kota adalah sebuah tantangan terutama untuk anda yang peduli menyelamatkan bumi ini dari segala kerusakan. Tapi inilah yang patut diacungi jempol. Ketika orang lain hanya berkata ingin menekan angka polusi dan menunjukkan semua teori-teori ,telah ada orang yang mempraktekan hal tersebut.Sekarang apakah kita penghasil polusi atau giliran kita menghijaukan polusi?
Filed under: Do It Yourself!
Berbicara mengenai makan adalah hal yang paling common diantara kita. Makan merupakan sumber hidup kita and we all know that. Namun pertanyaan nya apakah kita pernah menyadari bahwa pola makan kita juga mengundang sampah dimana-mana?Bagaimana itu terjadi?Berikut cerita mengenai ’saya’
Lapar-lapar ’saya’ pun pergi membeli bakmi di pos langganan. Mas Ijo trus membungkuskan saya bakmi lengkap dari plastik kuah, kertas mie, dan terakhir kantong plastik. Oops saya sejenak berpikir “wow komplit juga ya servisnya” trus iseng – iseng tanya mas ijo berapa banyak dalam sehari dia bisa menjual bakminya, trus dengan polosnya mas ijo menjawab “yah namanya rejeki toh mas,kalo lagi sepi paling 20 bungkus kalo lagi rame bisa fifty lebih” maksudnya lima puluh. Tertegun pengen memberikan standing applause wow menguntungkan jadi tukang bakmi trus berpikir lagi berapa banyak tukang bakmi di Jakarta dan berapa banyak sampah plastik dan kertas dihasilkan?
Mari itung-itungan. Anggap swt swtnya mas ijo jualan 20 bungkus per hari dikali (asumsi )100 penjual bakmi berarti ada 2000 bungkusan terbuang sekali pakai dikali 3 sampah yaitu plastik kuah,kertas bakmi,terakhir kantong plastik terakhir lagi kalau ada tukang jus disamping mungkin akan dipertimbangkan membeli jus buah lagi tambah gelas plastik dan kantong.
Wow hebat…..cuma untuk satu kali makan,’saya’ sudah menghabiskan beberapa sampah plastik.Apakah ada alternatif dan solusi untuk hal ini?
Memperkenalkan alat makan jaman eSDe….
Habis makan,cuci dan pakai lagi. Trus pengaplikasiannya bagaimana?
Ketika ’saya’ membeli makan cukup gantikan semua penggunaan sampah palatik dengan menaruh bakmi di dalam tempat ini.cukup simple kan?atau anda malah takut jatah bakmi dikurangi gara-gara salah bawa alat makan yang kecil?^^
Well kenapa saya memasukkan alat makan ini kedalam list DIY, pertama-tama,kita telah membantu mereduksi sampah hasil makan kita dengan menggunakan alat makan yang bisa dicuci dan dipakai kembali.Kedua, kita mengajarkan disiplin diri untuk melestarikan lingkungan.
Pengalaman saya ketika itu adalah tukang bakminya cukup takjub dengan alat makan versi doraemon yang serba bisa ketika saya mencoba menjelaskan hal ini semua,penjual bakmi juga merasa bahwa ini adalah cara efektif selain dia juga bisa mereduksi pengeluaran dia membeli alat pembungkus.
Coba bayangkan penjual makanan di Jakarta,apakah cuma penjual bakmi saja masih banyak makanan lain. gunakan alat makan seperti ini mulai dari hari ini.Kurangi sampah tidak perlu. Jadikan lingkungan ini bersih.
Tambahan…ada satu sampah lagi ketinggalan…Sumpit Bambu….Well,apakah kita tidak cukup membuang begitu banyak hal percuma dalam kehidupan kita hanya untuk satu kali makan? Berapa kali kita makan sehari?
Filed under: Do It Yourself!
Seberapa banyak Anda menghabiskan kantong plastik dalam satu hari? Coba bayangkan dirianda ketika berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap. Berapa banyakkah kantong plastik yang Anda pegang hari ini? Misalkan Anda berbelanja hari ini dan mengambil dua kantong plastik.asumsikan penduduk Jakarta dalam sehari yang berbelanja adalah 1 juta orang maka Anda akan mendapatkan sampah plastik sebanyak 2 juta plastik per hari. Bagaimana dengan perbulan? Asumsikan hal yang sama dengan mengalikan 30 hari maka akan didapat 60juta kantong plastik perbulannya. Jumlah ini kelihatan tidak realistis? Mari mengamsusikan setengahnya saja yaitu 30juta kantong plastik perbulan. Lebih ringan dibaca kan?
Sebenarnya apakah Anda tahu berapa besar dampak yang ditimbulkan dengan hanya 2 kantong plastik per hari? Tahukah Anda bahwa plastik merupakan bahan yang awet yang penghancuran alaminya jika ditimbun dalam tanah membutuhkan waktu lebih kurang 1 juta tahun?
Sebuah report mengenai Benua Sampah di tengah Lautan mungkin akan membuka mata dan hati anda
The world’s rubbish dump: a garbage tip that stretches from Hawaii to Japan
By Kathy Marks, Asia-Pacific Correspondent, and Daniel Howden
Tuesday, 5 February 2008…
Charles Moore, an American oceanographer who discovered the “Great Pacific Garbage Patch” or “trash vortex”, believes that about 100 million tons of flotsam are circulating in the region. Marcus Eriksen, a research director of the US-based Algalita Marine Research Foundation, which Mr Moore founded, said yesterday: “The original idea that people had was that it was an island of plastic garbage that you could almost walk on. It is not quite like that. It is almost like a plastic soup. It is endless for an area that is maybe twice the size as continental United States.”
Tempat pembuangan sampah dunia : jejak sampah dari Hawaii sampai ke Jepang
Oleh Kathy Marks, Koresponden Asia-Pasifik, dan Daniel Howden
Selasa, 5 Februari 2008
…
Charles Moore, seorang ahli kelautan berkebangsaan Amerika yang menemukan “Areal Sampah Pasifik Raksasa” atau “Pusaran Sampah”, percaya bahwa sekitar 100 juta ton sampah yang mengapung mengelilingi daerah tersebut. Markus Eriksen, direktur peneliti dari Algalita Marine Reserch Foundation berkedudukan di US, yang didirikan oleh Mr Moore, kemarin mengatakan: “Pandangan awam orang-orang bahwa itu sudah seperti sebuah pulau sampah plastik yang hampir bisa kamu gunakan untuk berjalan. Ini bukanlah seperti itu. Ini hampir seperti sebuah sop plastik. Yang mempunyai luas tidak terbatas kemungkinan sebesar dua kali ukuran Amerika Serikat.”
http://www.independ ent.co.uk/ environment/ the-worlds- rubbish-dump- a-garbage- tip-that- stretches- from-hawaii- to-japan- 778016.html
Animasi “Pusaran Sampah” bisa dilihat di :
http://www.greenpea ce.org/internati onal/news/ trashing- our-oceans/ ocean_pollution_ animation? 12
Dan inilah hasil sampah plastik Anda terbuang di lautan.Tim peneliti kelautan membuktikan dari penemuan bangkai Albatros,penyu dan biota laut lainnya menelan sampah plastik ini karena mengiranya sebagai makanan
http://www.mindfully.org/Water/2006/Sea-Plague-Plastic2aug06.htm
Inilah yang terjadi selama bertahun-tahun,orang-orang rutin menggunakan kantong plastik setiap kali berbelanja. Pertanyaan yang paling mendasar adalah apakah kantong ini ketika sampai di rumah Anda,Anda akan menggunakannya kembali untuk berbelanja lagi atau Anda keesokan paginya ketika belanja tetap akan mendapatkan kantong plastik yang baru?
Sebuah solusi untuk hal ini adalah menggunakan kantong belanja berbahan dasar kertas atau kain yang saat ini hampir semua pusat perbelanjaan mulai mengampanyekan penggunaannya. Carrefour,Hero dan supermarket besar lainnya sudah memulai gerakan ini. Merasa malu menggunakan green bag yang modelnya tidak begitu bagus untuk Anda,mungkin Anda bisa mempertimbangkan model green bag dari Louis Vuitton ^^
Mulailah dari diri Anda sendiri ketika Anda ingin berbelanja,kemanapun Anda pergi, berikan kepada bumi ini sebuah dunia yang bersih.Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan green bag seperti ini yang biasanya dapat dilipat menjadi sebuah tas kecil ketika Anda tidak berbelanja dan ketika Anda belanja bisa membuat tas ini menjadi besar.

Mari kurangi sampah kantong plastik ketika mulai berbelanja!






