I Go Green!


Anda adalah apa yang anda makan
March 5, 2008, 3:28 am
Filed under: Do It Yourself!

Berbicara mengenai makan adalah hal yang paling common diantara kita. Makan merupakan sumber hidup kita and we all know that. Namun pertanyaan nya apakah kita pernah menyadari bahwa pola makan kita juga mengundang sampah dimana-mana?Bagaimana itu terjadi?Berikut cerita mengenai ’saya’

Lapar-lapar ’saya’ pun pergi membeli bakmi di pos langganan. Mas Ijo trus membungkuskan saya bakmi lengkap dari plastik kuah, kertas mie, dan terakhir kantong plastik. Oops saya sejenak berpikir “wow komplit juga ya servisnya” trus iseng – iseng tanya mas ijo berapa banyak dalam sehari dia bisa menjual bakminya, trus dengan polosnya mas ijo menjawab “yah namanya rejeki toh mas,kalo lagi sepi paling 20 bungkus kalo lagi rame bisa fifty lebih” maksudnya lima puluh. Tertegun pengen memberikan standing applause wow menguntungkan jadi tukang bakmi trus berpikir lagi berapa banyak tukang bakmi di Jakarta dan berapa banyak sampah plastik dan kertas dihasilkan?

Mari itung-itungan. Anggap swt swtnya mas ijo jualan 20 bungkus per hari dikali (asumsi )100 penjual bakmi berarti ada 2000 bungkusan terbuang sekali pakai dikali 3 sampah yaitu plastik kuah,kertas bakmi,terakhir kantong plastik terakhir lagi kalau ada tukang jus disamping mungkin akan dipertimbangkan membeli jus buah lagi tambah gelas plastik dan kantong.

Wow hebat…..cuma untuk satu kali makan,’saya’ sudah menghabiskan beberapa sampah plastik.Apakah ada alternatif dan solusi untuk hal ini?

Memperkenalkan alat makan jaman eSDe….p10057153000_detail1.jpg

Habis makan,cuci dan pakai lagi. Trus pengaplikasiannya bagaimana?

Ketika ’saya’  membeli makan cukup gantikan semua penggunaan sampah palatik dengan menaruh bakmi di dalam tempat ini.cukup simple kan?atau anda malah takut jatah bakmi dikurangi gara-gara salah bawa alat makan yang kecil?^^

Well kenapa saya memasukkan alat makan ini kedalam list DIY, pertama-tama,kita telah membantu mereduksi sampah hasil makan kita dengan menggunakan alat makan yang bisa dicuci dan dipakai kembali.Kedua, kita mengajarkan disiplin diri untuk melestarikan lingkungan.

Pengalaman saya ketika itu adalah tukang bakminya cukup takjub dengan alat makan versi doraemon yang serba bisa ketika saya mencoba menjelaskan hal ini semua,penjual bakmi juga merasa bahwa ini adalah cara efektif selain dia juga bisa mereduksi pengeluaran dia membeli alat pembungkus.

Coba bayangkan penjual makanan di Jakarta,apakah cuma penjual bakmi saja masih banyak makanan lain. gunakan alat makan seperti ini mulai dari hari ini.Kurangi sampah tidak perlu. Jadikan lingkungan ini bersih.

bowlbiground.gif

cup.gif

Tambahan…ada satu sampah lagi ketinggalan…Sumpit Bambu….Well,apakah kita tidak cukup membuang begitu banyak hal percuma dalam kehidupan kita hanya untuk satu kali makan? Berapa kali kita makan sehari?


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>