I Go Green!


Bajaj Oh Bajaj
March 5, 2008, 4:49 am
Filed under: Inspirasi

800px-jakarta_bajaj.jpg

“Breng…..Breng…Beng….Beng…..” Inilah sebuah cerita mengenai ’saya’ dan bajaj. Sebagai kendaraan ‘wajib’ masyarakat kota Jakarta, bajaj telah menjadi akomodasi paling wahid mulai dari goyangannya,jedag jedugnya belum lagi salib-saliban dan maju mundur di jalan raya. Wow sungguh kendaraan ini memiliki fungsionalitas yang sungguh beragam melebihi kendaraan mahal yang pernah kita lihat.

’saya’ akhirnya punya kesempatan ketika pertama kali datang merantau ke Jakarta untuk mencoba apa sih bajaj ini….sungguh sebuah pengalaman tak terduga ketika bajaj saya melewati kubangan gede di jalan raya Jakarta yang sudah rusak parah,langsung saat itu ’saya’ merasakan sensasi disko kata orang Jakarta ‘ajep-ajep’.

Seusai refreshing dengan kehebatan bajaj. Nah, mari kita mulai mengkaji dampak polusi yang diaktifkan oleh mesin kendaraan 2 tak antik dari India ini. Hal paling menggelikan adalah ternyata Jakarta masih menggunakan kendaraan yang telah ketinggalan jaman ini sampai hari ini. Pernahkah kita berada di belakang sebuah bajaj? Luar biasa dahsyat, awan putih yang keluar dari knalpot bajaj begitu hebat sampai-sampai walaupun jarak bajaj telah jauh tapi kita masih bisa melihat dan mencium asapnya. Weleh2.

Indonesia,ketika berbicara mengenai pelestarian lingkungan memang luar biasa mau menanam sejuta dua juta pohon namun satu hal kelupaan ,membina polusi di Jakarta aja belum mampu. Saya berpikir dahulu dahulu dan dahulu kala bukankah pemerintah mengadakan konversi bajaj ke bajaj gas trus kenapa sampai hari ini hanya satu atau dua yang terlihat di jalanan? Candaan saya yah mungkin masyarakat tidak begitu berminat terhadap bajaj BBG yang kurang getarannya,kurang goyangannya,kurang asapnya.aje gile.

 Berbicara mengenai bajaj dan asap-asapny,kita juga akan membicarakan mengenai polusi oleh kendaraan. Heran sungguh heran populasi kendaraan yang digembar-gemborkan sangat murah oleh perusahaan pembuat mobil ternyata membludak yang pada akhirnya kemacetan dan polusi udara serta suara ada dimana-mana.

Mari mengkaji mengenai bajaj lagi…. Satu bajaj menghasilkan sedikitnya 1 juta ton asap perharinya belum ditambah polusi suara yang melewati batas desibel telinga manusia.Ada berapa bajaj di kota Jakarta?

well,kita tambahkan lagi,bus-bus kota menghasilkan asap hitam mengepul dengan jumlah hampir sama dengan 2 bajaj. kita tambahkan lagi,motor 2 tak juga menyumbangkan hal yang sama karena motor 2 tak mesinnya sama dengan bajaj.Trus tambahkan populasi kendaraan keluarga dan truk-truk yang lewat….Hebat,kita berada dalam kabut polusi yang begitu kental setiap harinya. Tahukah Anda? beberapa orang berkata. Kenapa orang yang hidup di desa umurnya lebih panjang daripada orang yang hidup di kota? Sudahkah terjawab oleh Anda? Asap yang kita hirup bukan lagi udara segar seperti di pegunungan.

Apakah solusi seperti ini,di beberapa negara maju telah menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Tak elak juga di kota Jakarta punya komunitas Bike To Work meskipun masih kecil namun idealismenya cukup hebat untuk dijadikan teladan.

Mencoba bersepeda di tengah kota adalah sebuah tantangan terutama untuk anda yang peduli menyelamatkan bumi ini dari segala kerusakan. Tapi inilah yang patut diacungi jempol. Ketika orang lain hanya berkata ingin menekan angka polusi dan menunjukkan semua teori-teori ,telah ada orang yang mempraktekan hal tersebut.Sekarang apakah kita penghasil polusi atau giliran kita menghijaukan polusi?


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>